Pages

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label coretan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label coretan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Desember 2015

Logo Gerbangmas Siaga Lumajang

Kemarin dapat pelanggan yang meminta dibuatkan banner gerbangmas siaga plus logonya, eh ternyata aku  kebetulan tidak punya logo tersebut (sebenarnya punya tapi di dalam hard disk yang lama, kebetulan rusak). Terpaksa mencari di mesin pencari dengan kata kunci “gerbangmas” eh tak satupun muncul logo tersebut.

Gerbangmas Siaga Lumajang 081.559.816.919
Logo Gerbangmas Siaga
Tetapi setelah sekian lama googling akhirnya ketemu logo yang dimaksud, tetapi kondisinya kurang bagus, tak apalah kemudian saya betulkan sebisa saya, lumayanlah dan untuk menghindari terjadinya kejadian yang sama, atau Bapak/Ibu/Saudara menemuni hal serupa dengan saya, untuk itu saya berbaik hati mengupload logo Gerbangmas Siaga Lumajang format jpg. SEMOGA BERMANFAAT

 


Salam Kenal
Ismu Hartoyo
081.559.816.919

Rabu, 18 Juli 2012

Mas Dyhar Masuki Masa Transisi

Mohon teman2 mendo'akan putra kami agar bisa lolos masa transisi, dan kami diberi kesabaran berlipat....
Itulah sepenggal status pada media sosial yang saya tulis pada 17 Juli 2012 kemarin, tulisan ini adalah sambungan dari tulisan saya pada beberapa waktu yang lalu pada waktu itu saya sedemikian semangat menulis karena melihat putra pertamaku sedemikian semangat memasuki bangku Sekolah Dasar sesuai dengan keinginannya.

Mohon maaf bagi temen-temen di dunia maya yang menafsirkan beragam mengenai status yang saya buat kemarin, tetapi thank's anyway.

Status tersebut sebagai puncak ke"galau"an saya melihat kegelisahan putra pertamaku yang belum mampu melewati masa transisinya dari TK menuju SD, setiap hari kami disibukkan untuk membujuk dan memberi pengertian kepadanya untuk berani melewati masa "penyesuaian" tersebut.

Sebenarnya di awal memasuki bangku Sekolah Dasar dia sangat semangat, setelah 3 hari insiden itu terjadi. Dimulai dari ketukan atau pukulan penggaris kayu didepan bangku si kakak membuat dia "keder" sampai sekarang, yang merubah stigma guru dikepalanya menjadi "jahat" dan "mengerikan", maklumlah sifat lembutnya menurun dari ayahnya...

Ini yang menjadikan pekerjaan rumah kedua orang tuanya untuk meyakinkan si Kakak bahwa itu semua tidak seperti yang dibayangkan, mbah kungnya juga turun tangan memberi pengertian kepada guru kelasnya dan ternyata itu belum cukup merubah stigma yang terlanjur disematkan bahkan katanya sekarang guru kelasnya lebih "parah", keesokan harinya giliran kedua orang tuanya turun tangan "melabrak" dan berhasil pulang sekolah dia kelihatan cerah dan bersemangat lagi, senang dong :)

Sudah gitu minta apapun dikasih, karena melihat semangatnya ada lagi eh ternyata dah pulang kerumah sejam duajam "kambuh" lagi, pusing nggak tuh (rugi deh). Tapi semenjak itu membuat kami menjadi lebih kreatif lagi untuk berusaha membujuk si Kakak dengan berbagai cara, berhasil juga tapi setiap hari "kambuh" lagi, kemudian dibujuk lagi gitu deh sampai hari ini.... Nih hari udah berani berangkat tidak diantar orang tuanya, moga aja bisa tahan lama.....

Senin, 30 Januari 2012

Pertolongan Allah itu Dekat

Lagi iseng-iseng sambil nungguin pelanggan, setelah bosan pencet-pencet keyboard ku pencet-pencet tombol remote tv, acara stasiun tv pada gak ada yang minat, acara musik, masak tak mampu menghentikan jariku untuk menekan tombol next (cari channel lain). Kemudian sampailah pada gambar yang menayangkan seorang (tepatnya wanita) melakukan percobaan bunuh diri dengan menyayat nadinya. Ini yang membuat jariku berhenti mencari channel lain.

Film mandarin yang diputar di salah satu stasiun televisi membetot perhatianku karena jalan ceritanya bisa ditarik pelajaran selain pemerannya yang kulitnya putih-putih semua (ya iyalah, secara orang cina..) ceritanya begini:

Si Cewek (sebut saja begitu soalnya tidak sebut nama/judulnyapun tidak tahu maklum tidak bisa bahasa mandarin) kayaknya sudah putus asa banget, bangkrut dikhianati orang-orang terdekatnya pokoknya tidak ada kebaikanpun yang membuatnya bertahan untuk hidup dibumi ini. Sudah tidak ada pilihan lain selain memilih meninggalkan dunia dan segala masalahnya ini.

Saya jadi ingat akan firman Allah:
‘Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu sangat dekat.’ (QS. al-Baqarah: 214)
Seolah Allah tidak menyukai cewek tadi mengakhiri hidup dengan cara demikian, sebelum dia menyayat nadinya terganggu oleh bunyi HP tapi tanpa melihat telpon dari siapa dan mau apa langsung di lemparnya HP tersebut ke lantai jadi berkeping-keping. Kemudian ia melanjutkan "agenda besar"nya tersebut, belum sampai terlaksana "peringatan" kedua datang membuat konsentrasinya buyar, bell rumahnya berbunyi berkali-kali dan terus menerus membuat ia marah dan membuka pintunya eh ternyata malah cewek tadi dimarahi sama tamunya karena telpon tidak pernah diangkat.

Tamu tadi hanya menyampaikan bahwa dulunya pernah dikasih uang oleh si cewek, karena motivasi dari cewek tersebut yang mengatakan "nothing is impossible" uang tersebut ia investasikan ke berbagai usaha dan ternyata selang berapa lama berhasil dan uang tadi berlipat sampai 30 kali dan tamu tersebut ingin mengajak cewek tadi untuk membuka usaha lagi, singkat cerita nih cewek berhasil dengan usahanya sampai jadi milyuner...

Pelajaran inilah yang bisa kita ambil, kadang kita putus asa dari Rahmat Allah, Allah tidak benar-benar mengabulkan do'a-do'a yang kita panjatkan, tidak segera mengubah kehidupan kita menjadi lebih baik, tidak menghapuskan hutang-hutang kita dengan cepat (gue banget) atau masalah-masalah yang lain yang terasa berat kita hadapi. Dari film tadi ternyata dalam hitungan menit nasib seseorang dengan mudah berubah.

Pasti ada yang bilang itukan film kalau dunia nyata?
Mungkin teman-teman ada yang mempunyai pengalaman serupa dengan saya ini, kadang saya hilang kesabaran nungguin pelanggan seharian kok sepi banget sih, dah ngantuk, capek jadi kuputusin untuk menutup tokoku eh sebelum benar-benar tutup datanglah "mangsa" menghampiri tokoku dan itu bisa jadi nilainya sama dengan aku menunggu tokoku seharian hanya dari satu orang pelanggan.

Mudah-mudahan kita dibekali lebih kesabaran dan baik sangka kepada Allah bahwa Dia akan memberikan yang terbaik bagi kita bukan semua apa yang kita pinta, karena belum tentu itu terbaik bagi kita....

Sabtu, 15 Oktober 2011

Selalu Lebih Baik

Kalim, SPd
Ulet, gigih, amanah, tidak kenal lelah dalam mengabdi. Itulah salah satu kata yang dapat menggambarkan sosok kita yang satu ini. Mempunyai nama lengkap yang hanya terdiri dari satu kata saja ini juga menggambarkan sikap beliau yang simple dan tidak menyukai hal-hal yang diruwetkan.
Kalim, S.Pd nama lengkap pria yang lahir di Tulungagung 49 tahun lalu ini, berprofesi sebagai tenaga pendidik atau lebih tepatnya seorang Kepala Sekolah SDN. Pakel 02 yang beralamat di Dusun Sumber Dadi Desa Pakel Kec. Gucialit. Setiap hari beliau berangkat dengan motornya menuju tempat tugas yang berjarak sekitar 17 km, kalau jalan lurus dan datar untuk sampai ketempat tujuan memakan waktu sekitar 15-20 menit, tetapi kebetulan jalan menuju ke tempat suami seorang istri dan 2 orang putra ini  mengabdikan diri selama ini tidak ada jalan datar nan mulus karena letak Kecamatan Gucialit tersebut antara 500-4.000 meter diatas permukaan laut, serta jalan yang tidak bagus memaksa beliau untuk berangkat sekitar 1 Jam sebelum bel sekolahnya berbunyi.
Selain sibuk “naik turun gunung”, suami dari ibu Zubaidah ini mempunyai se”abrek” kegiatan dari sebagai relawan PKPU yang setia mempromosikan baik kepada rekan sesama guru ataupun masyarakat sekitar untuk menjadi donatur PKPU, tercatat sudah belasan orang menjadi donatur tetap PKPU Lumajang melalui bapak dari Nur Romdhoni dan Broto Anggoro ini. Ditanya mengenai alasan beliau begitu setia “memasarkan” PKPU karena menurut beliau selain beribadah juga bernilai da’wah dengan mengenalkan hak dan kewajiban kita sebagai umat Islam (Zakat, Infaq, Shodaqoh) selain itu juga dapat menyambung silaturahim. Menjadi khotib di masjid-masjid, mengisi majelis-majelis ta’lim merupakan kesibukan lainnya dari Bapak yang sudah mengabdikan diri menjadi guru selama 29 tahun ini.
“PKPU bisa menjadi lebih baik dan luas lagi dan menjadi tolok ukur minimal di kota Lumajang dalam pengelolahan zakat” kata beliau ketika kami tanya apa harapan PKPU kedepan, sesuai motto beliau yaitu selalu ada pembaruan dari hari kehari, selalu lebih baik dari kemarin.


Selasa, 05 Juli 2011

Seputar Bulan Sya'ban

Hari berganti pekan, pekan berganti bulan tak terasa sekarang sudah menginjak bulan ke-8 dalam kalender Hijriyah, dimana bulan ini adalah bulan yang sering dilupakan orang karena diapit oleh dua bulan yang mulia yaitu Rajab dan Ramadhan.

Ada beberapa point penting yang terdapat dalam bulan Sya'ban ini untuk itu kita simak tausiyah dari Ust. Abdullah Haidir, Lc berikut ini:

Tentang Bulan Sya'ban

* Bulan Sya'ban adalah bulan ke 8 dalam penanggalan Hijriah. Terletak antara dua bulan yang mulia, yaitu Rajab dan Ramadan. Karenanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda ketika ditanya tentang bulan Sya'ban, 

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاس عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ

"Inilah bulan yang sering disepelekan orang, terdapat antara Rajab dan Ramadan."
(HR. Ahmad dan Nasa'i, dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, 1898)
Keistimewaan Bulan Sya'ban dan Puasa Di Dalamnya

* Keistimewaan bulan Sya'ban, dinyatakan dalam kelanjutan hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam di atas;

وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

"Dia adalah bulan diangkatnya amal-amal (manusia) kepada Tuhan semesta Alam. Maka aku ingin ketika amalku sedang diangkat, aku sedang berpuasa."
(HR. Ahmad dan Nasa'i, dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, 1898)

Karena itu, berdasarkan riwayat shahih disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berpuasa pada sebagian besar hari di bulan Sya'ban. Sebagaimana perkataan Aiysha radhiallahu anha,

... فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ (متفق عليه)

"Aku belum pernah melihat Rasulullah saw menyempurnakan puasanya dalam sebulan selain bulan Ramadan, dan tidak aku lihat bulan yang di dalamnya beliau paling banyak berpuasa selain bulan Sya'ban."

* Dalam riwayat Bukhari (1970) dari Aisyah radhiallahu anha, dia berkata,

"Tidak ada bulan yang Nabi shallallahu alaihi wa sallam lebih banyak berpuasa di dalamnya, selain bulan Sya'ban. Sesungguhnya beliau berpuasa Sya'ban seluruhnya."

Maksud hadits ini adalah bahwa beliau berpuasa pada sebagian besar hari-hari di bulan Sya'ban, berdasarkan perbandingan riwayat-riwayat lainnya yang menyatakan demikian. Dalam ungkapan bahasa Arab, seseorang boleh mengatakan 'berpuasa sebulan penuh' padahal yang dimaksud adalah 'berpuasa pada sebagian besar hari di bulan itu'. Ada juga yang memahami bahwa kadang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh di bulan Sya'ban, tapi kadang (di tahun lain) beliau berpuasa sebagian besarnya. Ada pula yang mengatakan bahwa pada awalnya beliau berpuasa pada sebagian besar bulan Sya'ban, namun pada akhir hidupnya beliau berpuasa Sya'ban sebulan penuh.

Penafsiran pertama lebih kuat, berdasarkan riwayat-riwayat lain yang menyatakan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sering berpuasa di bulan Sya'ban melebihi puasa di bulan lainnya, dan bahwa Beliau belum pernah berpuasa sebulan penuh selain Ramadan. Wallahua'lam.

(Lihat: Fathul Bari, 4/213)

* Berdasarkan hadits di atas, keutamaan puasa di bulan Sya'ban memiliki dua alasan;

- Karena di bulan ini amal manusia diangkat untuk dilaporkan.

- Karena bulan ini dianggap sebagai bulan yang banyak disepelekan orang, karena terletak di antara dua bulan utama. Beribadah di saat orang lalai, memiliki keutamaan lebih dibanding beribadah disaat yang lainnya semangat beribadah. Meskipun kedua-duanya adalah kebaikan. 

* Puasa di bulan Sya'ban, selain hikmah yang disebutkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam hadits di atas, oleh para ulama juga dimaknai sebagai penyambutan dan pengagungan terhadap datangnya bulan Ramadan. Karena ibadah-ibadah yang mulia, umumnya diawali oleh pembuka yang mengawalinya. Seperti ibadah haji diawali dengan persiapan ihram di miqat, atau ibadah shalat yang diawali dengan bersuci dan persiapan-persiapan lainnya yang dimasukkan dalam syarat-syarat shalat. Di samping hal ini akan membuat tubuh mulai terbiasa untuk menyambut ibadah puasa sebulan penuh di bulan Ramadan.

Di sisi lain, Para ulama menyebutkan bahwa ibadah puasa di bulan Sya'ban, ibarat shalat Rawatib (sebelum dan sesudah) shalat Fardhu. Sebab sebelum Ramadan disunnahkan banyak berpuasa di bulan Sya'ban, dan sesudah Ramadan, disunnahkan berpuasa enam hari bulan Syawwal.

(Lihat: Tahzib Sunan Abu Daud, 1/494, Latha'iful Ma'arif, 1/244)

Malam Nishfu Sya'ban (pertengahan Sya'ban)

* Terkenal di tengah masyarakat keutamaan malam nishfu Sya'ban (pertengahan bulan Sya'ban). Hadits-hadits terkait dalam masalah ini sebagian dikatagorikan dha'if (lemah), bahkan sebagian lagi dikatagorikan maudhu (palsu) oleh para ulama hadits. Khususnya hadits-hadits yang mengkhususkan ibadah tertentu pada malam tersebut atau hadits-hadits yang menjanjikan jumlah dan bilangan pahala atau balasan tertentu bagi yang beribadah di dalamnya. 

* Akan tetapi, ada sebuah hadits yang berisi tentang keutamaan malam Nisfhu Sya'ban yang bersifat umum, tanpa mengkhususkan ibadah-ibadah tertentu. Yaitu hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,

إِنَّ اللَّهَ لَيَطَّلِعُ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ ، فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

"Sesungguhnya Allah memeriksa pada setiap malam Nisfhu Sya'ban. Lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya, kecuali orang musyrik atau orang yang sedang bertengkar (dengan saudaranya)."

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah (1390). Dalam Zawa'id Ibnu Majah, riwayat ini dinyatakan dha'if karena adanya perawi yang dianggap lemah.

Namun hadits ini juga diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Mu'jam Al-Kabir dari shahabat Mu'az bin Jabal (215). Ibnu Hibban juga mencantumkan dalam shahihnya (5665), begitu pula Imam Ahmad mencantumkan dalam Musnadnya (6642). Al-Arna'uth dalam ta'liq (komentar)nya pada dua kitab terakhir tentang hadits tersebut, berkata, "Shahih dengan adanya syawahid (riwayat-riwayat semakna lainnya yang mendukung)."

Al-Albani memasukkan hadits ini dalam kelompok hadits-hadits shahih dalam kitabnya Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah (1144), juga dalam kitabnya Shahih Targhib wa Tarhib (1026).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, "Adapun malam Nishfu Sya'ban, di dalamnya terdapat keutamaan." (Mukhtashar Fatawa Mishriyah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, hal. 291)

* Karena itu, ada sebagian ulama salaf dari kalangan tabi'in di negeri Syam, seperti Khalid bin Ma'dan dan Luqman bin Amir yang menghidupkan malam ini dengan berkumpul di masjid-masjid untuk melakukan ibadah tertentu. Dari merekalah kemudian kaum muslimin membudayakan berkumpul di masjid-masjid pada malam Nisfhu Sya'ban dengan melakukan ibadah tertentu untuk berdoa dan berzikir. Ishaq bin Rahawaih menyetujui hal ini dengan berkata, "Ini bukan bid'ah."

Akan tetapi, sebagian ulama Syam lainnya, di antaranya Al-Auza'i yang dikenal sebagai Imam ulama Syam, tidak menyukai perbuatan berkumpul di masjid-masjid untuk shalat dan berdoa bersama pada malam ini, namun mereka membenarkan seseorang yang shalat khusus pada malam itu secara pribadi (tidak bersama-sama). Pendapat ini dikuatkan oleh Ibnu Rajab Al-Hambali, begitu juga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

Lebih keras dari itu adalah pandangan mayoritas ulama Hijaz, sepeti Atha, Ibnu Mulaikah, juga ulama Madinah dan pengikut Mazhab Maliki, mereka menganggapnya sebagai perbuatan bid'ah.

(Lihat: Latha'iful Ma'arif, Ibnu Rajab Al-Hambali, hal. 151, Mukhtashar Fatawa Al-Mishriyah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, hal. 292)

Namun, jika seseorang qiyamullail pada malam itu sebagaimana qiyamullail disunnahkan pada umumnya malam, atau berpuasa di siang harinya karena termasuk puasa Ayyamul Bidh (pertengahan bulan) yang disunnahkan, maka hal tersebut jelas tidak mengapa. 

Qadha puasa Ramadan

* Apa kaitannya qadha puasa Ramadan dengan bulan Sya'ban?

Aisyah radhiallahu anha berkata,

كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَ إِلاَّ فِي شَعْبَانَ ، الشُّغُلُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم

"Aku dahulu memliki hutang puasa Ramadan, aku tidak dapat mengqadanya kecuali di bulan Sya'ban, karena sibuk melayani Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam." (Muttafaq alaih)

Berdasarkan hadits ini, umumnya para ulama berpendapat bahwa kesempatan melakukan qadha puasa Ramadan terbuka hingga bulan Sya'ban sebelum masuk bulan Ramadan berikutnya. Namun, jika tidak ada alasan khusus, seseorang dianjurkan segera mengqadhanya. Bahkan sebagian ulama menyatakan agar mendahulukan qadha Ramadan sebelum puasa Syawal atau puasa sunah lainnya. Sebab berdasarkan hadits Aisyah di atas, dia baru sempat melakukan qadha di bulan Sya'ban, karena ada alasan, yaitu melayani Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Maka pemahamannya, jika seseorang tidak memiliki alasan atau uzur syar'i, hendaknya dia menyegerakan membayar qadha puasanya.

(Lihat: Syarah Muslim, Imam Nawawi, 8/21, Fathul Bari, 4/189)

* Apabila hutang puasa itu belum juga terbayar hingga bertemu Ramadan berikutnya karena ada alasan tertentu yang membuatnya tidak dapat mengqadha puasa Ramadan sebelumnya, maka tidak ada kewajiban apa-apa baginya selain mengqadha puasanya setelah Ramadan berikutnya.

Jika tidak ada halangan bagi seseorang untuk mengqadha puasanya, namun tidak juga dia lakukan hingga datang Ramadan berikutnya, maka hendaknya dia bertaubat dan istighfar atas kelalaiannya menunda-nunda kewajiban. Disamping itu, dia tetap harus mengqadhanya setelah bulan Ramadan berikutnya.

Sebagian ulama mengharuskan orang seperti itu untuk memberikan setengah sha' makanan pokok (sekitar 1,5 kg) kepada seorang miskin untuk setiap satu hari puasa yang dia tinggalkan sebagai peringatan atas kelalaiannya, disamping kewajiban mengqadha puasanya. Berdasarkan ijtihad para shahabat dalam masalah ini. Namun sebagian lain berpendapat tidak ada kewajiban akan hal tersebut, karena tidak ada nash yang dengan tegas menetapkannya. Akan tetapi ijtihad tersebut dianggap baik.

(Fathul Bari, 4/189, Al-Ilmam Bisyai'in min Ahkam Ash-Shiyam, Syekh Abdul Aziz Ar-Rajihi, 30)

* Jika telah masuk bulan Sya'ban, hendaknya setiap muslim mengingatkan dirinya atau orang-orang terdekat (khususnya kaum wanita yang umumnya suka memiliki hutang puasa) apabila memiliki hutang puasa Ramadan sebelumnya, agar segera ditunaikan sebelum datang Ramadan berikutnya. 

Puasa Di Akhir Sya'ban

* Sehari atau dua hari terakhir bulan Sya'ban sebelum Ramadan, dinamakan sebagai Yaumusy-Syak (hari keraguan). Dikatakan demikian, karena pada hari tersebut tidak jelas apakah sudah masuk bulan Ramadan atau belum. Pada hari tersebut, seseorang dilarang berpuasa jika tujuannya sekedar ingin hati-hati agar tidak ada hari yang tertinggal dari bulan Ramadan. Yang diperintahkan adalah memastikan datangnya bulan Ramadan dengan terlihatnya hilal Ramadan. Kalau hilal tidak terlihat, maka bulan Sya'ban digenapkan menjadi tiga puluh hari berdasarkan riwayat shahih dalam masalah ini. 

* Namun dibolehkan berpuasa pada hari tersebut (sehari atau dua hari sebelum Ramadan) apabila pada hari itu bertepatan dengan hari-hari sunnah berpuasa yang biasa dia lakukan (seperti Senen dan Kamis), atau dia berpuasa karena hendak membayar qadha puasanya, atau nazar atau kaffarat.

Berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,

لا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ ، إلاَّ رَجُلاً كَانَ يَصُومُ صَوْماً فَلْيَصُمْهُ (متفق عليه)

"Jangan kalian mendahulukan Ramadan dengan berpuasa sehari atau dua hari (sebelumnya). Kecuali seseorang yang (memang seharusnya/biasanya) melakukan puasanya pada hari itu. Maka hendaklah ia berpuasa." (Muttafaq alaih).

* Di antara hikmah pelarangan ini adalah agar ada pemisah antara puasa Ramadan yang fardhu dengan puasa-puasa sunah sebelum dan sesudahnya. Maka, dilarang puasa sehari atau dua hari sebelumnya dan dilarang pula puasa sehari sesudahnya, yaitu pada hari Idul Fitri.

(Lihat: Syarah Muslim, Imam Nawawi, 7/194, Latha'iful Ma'arif, hal. 151, Syarh Umdatul Ahkam, Syekh Jibrin, 30/2)
Wallahu ta'ala a'lam.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَعْبَانَ وَوَفِّقْنَا فِيهِ ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

"Yaa Allah, berilah kami barokah dan taufiq di bulan Sya'ban, dan pertemukan kami dengan Bulan Ramadan.."

Rabu, 29 Juni 2011

Keluarga Baru Kami

Momentum Hari Keluarga Nasional (Harganas) pada 29 Juni 2011 dimanfaatkan oleh DPP Partai Keadilan Sejahtera untuk meluncurkan Rumah Keluarga Indonesia. Mendukung program pemerintah itu, PKS menjadikan Harganas sebagai Hari Keluarga Kader dan memprioritaskan satu hari tersebut untuk melakukan kegiatan bersama keluarga.
PKS menyadari persoalan keluarga Indonesia saat ini tidak sedikit karena itu perlu upaya sungguh-sungguh untuk membantu keluarga Indonesia meminimalisir persoalannya. Ada beberapa agenda yang dilakukan oleh PKS baik pusat maupun daerah untuk berkontribusi dalam hal tersebut.“Inilah konstribusi kami bagi kejayaan negeri, karena kami yakin kemajuan suatu bangsa berawal dari kekokohan keluarga”, tegas Anis Matta, Lc.

Ngemeng-ngemeng tentang keluarga pada hari Senin tanggal 27 Juni 2011 sekitar  pukul 14.20 WBBWI telah hadir keluarga baru kami, seorang perempuan mungil  dengan berat 2,7 Kg yang panjangnya tidak sampai setengah meter.

Putri kecil kami lahir tanpa bantuan siapapun, tenaga medis dan saya (ayahnya) baru datang sekitar 5-10 menit setelah dia lahir. Kok bisa?. Bisa!!. Begini kronologisnya.

Sebenarnya kami berencana periksa rutin kehamilan tiap 2 minggu sekali pada hari Selasa 28 Juni 2011. Tapi karena sang ibu pada sehari sebelumnya merasakan sakit diperut. Maka saya setelah istirahat dzuhur bergegas memeriksakan kondisi ke Bidan terdekat, tapi ternyata beliau belum pulang, kemudian ke Bidan Puskesmas juga tidak ada karena sedang kuliah, akhirnya kami coba memeriksakan ke Puskesmas (jam layanan umum sudah tutup pukul 11.00) di UGD kebetulan Bidan Puskesmas belum pulang, setelah diperiksa komprehensif sudah ada tanda-tanda mau melahirkan tetapi perkiraan bidan paling cepat 4 jam karena kami periksa pukul 13.00 maka perkiraan lahirnya paling cepat jam 17.00, karena masih lama kami putuskan untuk pulang dulu mempersiapkan segala sesuatunya. Setelah saya photo copy persyaratan Jampersal (Jaminan persalinan), dan ngeprint 1 lembar photo. Sang Bunda sudah merasakan sakit yang lebih dari sebelumnya oleh Bidan setelah ditelpon dianjurkan segera berangkat ke Puskesmas tetapi sang Bunda sudah tidak tahan kemudian masih di dalam rumah ketuban sudah pecah, dan berbaring di tempat tidur disitulah saya lihat udah mau keluar kepalanya, kemudian saya putuskan untuk memanggil tenaga medis. Karena mendadak tenaga medis masih mempersiapkan peralatan untuk dibawa ke rumah kami, setelah 10 menit berlalu kamipun datang tetapi putri kami sudah tidak sabar untuk hadir ditengah-tengah kami.

Melengkapi kebahagiaan kami sekeluarga, hadirlah putri kami yang sampai sekarang masih belum saya beri nama. Mungkin ada teman-teman yang mau memberi saran nama untuk putra kedua kami. Dipersilahkan....


Senin, 20 Juni 2011

Pendidikan Primer

Akhir-akhir ini banyak orang tua dipusingkan oleh anak-anaknya, kenapa? Karena beberapa hari terakhir banyak anak-anak mereka sudah menyelesaikan proses belajarnya di sekolah, ada yang dari TK menuju SD, dari SD ke SMP, lulus SMP mencari sekolah SMA dan begitu seterusnya.
Para orang tua sibuk mencari sekolah mana yang baik untuk anak-anak mereka. Mereka sibuk berkeliling sekolah dan mencari referensi dari orang lain yang kesemuanya itu dimaksudkan untuk memberi pendidikan yang baik bagi anak-anak mereka.
Tapi wajib diingat seperti tausiyah K.H. Muhammad Arifin Ilham, beliau mengatakan Ilmu yang WAJIB/PRIMER diajarkan oleh orang tua kepada anak-anak mereka dan berdosa besar bila mengabaikannya adalah AQIDAH, IBADAH dan AKHLAK, sedangkan yang lain, bisa diperoleh disekolah mana saja yaitu misalnya bahasa Inggris, komputer, matematika, dan sebagainya adalah SEKUNDER.
Sebagaimana Luqmanul Hakim mendidik anak-anak beliau. Yang termaktub dalam Al-Qur’an: “dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, (Aqidah, pen) Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (Luqman berkata): "Hai anakku, Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha mengetahui. Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu (Ibadah, pen) Sesungguhnya yang demikian itu Termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).. dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. dan sederhanalah kamu dalam berjalan[1182] dan lunakkanlah suaramu.(Akhlak) Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. (QS Luqman 31:13-19).
Karena itulah sahabatku, siapkan anak-anak kita untuk menjadi "GENERASI RABBANI", yang dicintai Allah dan RasulNya serta dapat membahagiakan orang tunya dunia akhrat, dengan ILMU PRIMER & SEKUNDER, SubhanAllah.

Jumat, 17 Juni 2011

Tidak Boleh Jual Paku Malam Hari

Sebel, marah, jengkel berkumpul jadi satu, kenapa? begini ceritanya:
Pada suatu malam sekitar dua minggu yang lalu, aku kan ada kerjaan bikin banner, terus karena kuwalahan, banner yang kujanjikan hari itu juga belum selesai. Kucoba mempercepat agar selesai tepat waktu seperti yang kujanjikan, eh ndilalah kurang sedikit lagi selesai,  paku abis, waktu itu sekitar jam 08.00, bentar lagi mau diambil tuh banner, kebayangkan kan situasinya?

Terus hari kan udah malam nih, toko bangunan langganan operasinya sampai pukul 4 sore doang , gimana nih? Untungnya sebelah rumah ada toko kelontong yang jual bahan bangunan cuman kapasitas terbatas, tanpa pikir panjang kupacu sepeda ku menuju toko sebelah rumahku.

Tapi sungguh kecewanya diriku setelah kuutarakan maksudku, "Beli Paku," cuman gelengan kepala yang kuterima, kuperjelas tanyaku "Beli paku, seribu aja" tetep aja gelengan yang kuterima sebagai jawaban, terus kutanyakan kenapa eh ternyata gak boleh jual paku malam-malam katanya, tanpa pikir panjang aku marah ditempat tanpa bisa mengendalikan emosiku, sumpah serapah kulontarkan dalam perjalananku pulang kerumah, sambil ku kais-kais mungkin ada beberapa biji paku dirumah.

Istriku bertanya kenapa ngomel-ngomel gak jelas serasa tak terbendung lagi kecewaku ku lontarkan kepada ibunya dyhar. Masak ada orang percaya paku jual paku akan menimbulkan kesialan, kerugian atau apalah, kalau keinjak mungkin iya. parahnya lagi penjualnya udah bergelar Haji dan Hajjah (ibadah tertinggi umat Islam).

Itulah sekelumit kisahku, tetapi ternyata masih banyak hal-hal lain yang bisa kita temui dalam kehidupan sehari-hari contohnya:
  • Kupu-kupu masuk rumah, pertanda ada tamu,
  • Gigi copot, ada kerabat dekat yang celaka,
  • Berita dari penjaga kunci ka'bah, kalau tidak disebarkan pada 10 orang lain akan celaka,
  • Tidak boleh berfoto bertiga, nanti ada yang mati,
  • Bunyi tokek menentukan pilihan,
  • Suara burung ditengah malam, bertanda buruk,
  • Kokok ayam dimalam hari, pertanda ada yang hamil tanpa nikah,
  • Kucing loncat mayit, jadi pocong.
Inilah beberapa contoh khurafat-tahayyul, karena
"...Sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (Q.S. Al-A'raf 7 : 131), jadi bukan karena paku, gigi copot, foto bertiga, dll. 
Itu termasuk bagian dari bagian dari syirik "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (QS 4:48)

Senin, 06 Juni 2011

Olahraga dapat Pahala?

Gotong Royong pengecoran lantai 2 Masjid Ar Roudhoh
Labruk Kidul-Sabtu malam dapat undangan untuk esok harinya. Minggu jam 07.00 berangkat ketempat acara tersebut diadakan, setelah sebelumnya sarapan dan tentu saja mandi dulu (biar gak bau2 amat). Setelah sampai di TKP yang kebetulan masih beberapa orang yang hadir, kusempatkan duduk-duduk sebentar (terus terang aku masih belum tahu apa yang aku kerjakan).
Selang beberapa saat kemudian sebuah mobil pengangkut bahan bangunan datang dengan mengangkut puluhan sak semen dan tanpa dikomando kami membantu menurunkannya, sampai titik ini baru aku tahu ternyata undangan pada sabtu malam kemarin adalah undangan untuk gotong royong pengecoran masjid yang berada di desaku (soalnya pada saat diundang/diberitahu aku sedang tidak ada dirumah).
Setengah jam kemudian beberapa orang/warga yang lain datang ke masjid tersebut, tentunya dengan niatan yang sama yaitu gotong-royong mengecor masjid yang "terbesar" di Kecamatan Sumbersuko ini.
Bagian pengangkut pasir
Seperti sudah dikomando sebelumnya, kami menempati posisi masing-masing, ada yang dibagian mengangkut pasir, batu kecil, bagian pencampur/pengaduk semen, dan ada bagian yang mengangkut adonan. Kebetulan bagian yang di cor adalah di lantai 2, jadi memerlukan banyak orang untuk sambung-menyambung mengangkut adonan tadi sampai lantai atas. Dengan penuh semangat kami mengangkat satu demi satu timba yang berisi campuran semen, batu, dan pasir ini untuk mengecor lantai ke-2 masjid yang mulai pembangunannya sekitar tahun 2005 yang sampai sekarang masih belum rampung pembuatannya ini.
Pengecoran Lantai Atas
Sekitar jam 09.30 kami beristirahat sebentar untuk sekedar menikmati minum dan makan yang disumbangkan oleh warga yang lain yang tidak ikut dalam gotong royong tersebut, setelah beberapa menit kamipun melanjutkan kembali sampai 11.30 istirahat untuk melaksanakan sholat dzuhur. Gotong royong tersebut dilanjutkan kembali sekitar pukul 13.00 dan selesai menutup seluruh lantai sekitar pukul 14.30.
Dengan adanya acara tersebut saya khususnya mendapat manfaat diantaranya yaitu:
  1. Itung-itung olahraga, pada tiap harinya jarang bergerak dan tidak pernah mengeluarkan keringat karena kerjanya lebih banyak duduk;
  2. Tercipta kerukunan, dengan adanya gotong royong tersebut timbul saling bantu membantu antara satu dengan yang lain. betapa indahnya kalau tidak hanya dalam pembangunan masjid saja tetapi dalam hal membangun negeri ini semua elemen masyarakat saling bekerja sama untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera.
  3. Bagian Pengecoran
  4. Bernilai ibadah, mudah-mudahan apa yang kami lakukan semata-mata ikhlas karena Allah dan mengharapkan Ridho dariNya, seperti sabda Rasulullah saw: "Barang siapa yang membangun sebuah masjid karena mengharapkan keridhaan Allah SWT, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga". (H.R Bukhari dan Muslim).
Tak berlebihan kiranya  jika saya menganggap selain mendapat manfaat di dunia juga bernilai ibadah untuk bekal kita menuju akhirat kelak  "Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat-gandakan pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak...." (Q.S. 57 : 11), amin..


 

Blogroll

About

Browser tidak support